Workshop Peningkatan Kompetensi Guru untuk Pemahaman Profil Pelajar Pancasila: Kreativitas
KARTASURA - Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Kreativitas, SMA Negeri 1 Kartasura menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru untuk Pemahaman Profil Pelajar Pancasila: Kreativitas.
Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada:
- Hari/Tanggal : Selasa–Kamis, 14–16 Juli 2026
- Waktu : Pukul 13.00 WIB sampai selesai
- Tempat : SMA Negeri 1 Kartasura
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh guru mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), penerapan Inkuiri Kolaboratif sebagai pengembangan profesional guru, serta penguatan kepemimpinan sekolah dalam mewujudkan budaya belajar yang kreatif, kolaboratif, dan inovatif.
Selasa, 14 Juli 2026
Narasumber : Bapak Agus Sumarno, S.Pd.
Materi
Panduan Penyelenggaraan Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding serta Kecerdasan Artifisial

Pada sesi pertama, narasumber menyampaikan bahwa transformasi pendidikan nasional diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran yang mampu menghasilkan peserta didik dengan kompetensi abad ke-21 melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta penguatan literasi digital melalui Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Materi mengacu pada Panduan Penyelenggaraan Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasan Artifisial Tahun 2026.
Narasumber menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, reflektif, serta mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada penyampaian materi, tetapi menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan berkarakter.
Selain itu dijelaskan bahwa penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir logis, sistematis, analitis, sekaligus membentuk etika digital sehingga peserta didik mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Hal ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Indonesia menghadapi tantangan revolusi industri dan perkembangan teknologi digital.
Narasumber juga memaparkan konsep Sekolah Model Implementasi sebagai sekolah percontohan yang menerapkan Pembelajaran Mendalam dan KKA secara konsisten. Sekolah model berfungsi sebagai laboratorium inovasi pembelajaran, pusat berbagi praktik baik, tempat pengembangan kapasitas guru, sekaligus penggerak ekosistem pendidikan di daerah.

Selanjutnya dibahas prinsip penyelenggaraan sekolah model yang meliputi objektif, transparan, akuntabel, komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan sehingga seluruh proses pembelajaran selalu berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Pada bagian akhir materi dijelaskan tahapan implementasi sekolah model yang terdiri atas tahap Pra Berkembang, Berkembang, Maju, dan Unggul. Setiap tahapan menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan profesional guru, kepemimpinan kepala sekolah, budaya refleksi, serta integrasi teknologi digital dalam pembelajaran secara bertahap dan berkesinambungan.
Melalui materi ini guru memperoleh pemahaman bahwa kreativitas peserta didik akan berkembang apabila proses pembelajaran dirancang secara mendalam, kontekstual, berpusat pada murid, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
Hari Kedua, Rabu 15 Juli 2026
Narasumber : Bapak Haryanto, S.Pd.
Materi
Inkuiri Kolaboratif (Pengelolaan dan Pemberdayaan Kelompok Kerja)

Pada hari kedua, narasumber menyampaikan pentingnya budaya belajar guru melalui pendekatan Inkuiri Kolaboratif. Materi menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada kemampuan individu guru, tetapi juga pada budaya kolaborasi antarguru dalam komunitas belajar profesional.
Inkuiri Kolaboratif dijelaskan sebagai pendekatan reflektif berbasis data yang memungkinkan guru mengidentifikasi permasalahan pembelajaran secara objektif, menganalisis penyebabnya, merancang solusi bersama, mengimplementasikan tindakan, dan melakukan refleksi terhadap hasilnya. Dengan demikian guru menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Narasumber menjelaskan lima nilai utama Inkuiri Kolaboratif, yaitu:
- kolaborasi;
- refleksi;
- keterbukaan;
- berbasis data;
- perbaikan berkelanjutan.
Kelima nilai tersebut menjadi fondasi komunitas belajar profesional yang mampu mendorong perubahan nyata terhadap kualitas pembelajaran.
Selanjutnya peserta mempelajari siklus Inkuiri Kolaboratif yang terdiri atas:
- Assess, yaitu mengidentifikasi masalah pembelajaran berdasarkan data nyata.
- Design, yaitu merancang strategi perbaikan pembelajaran secara kolaboratif.
- Implement, yaitu melaksanakan strategi yang telah disepakati.
- Measure – Reflect – Change, yaitu mengevaluasi hasil, melakukan refleksi, dan menyusun tindak lanjut perbaikan.
Siklus tersebut dilakukan secara terus-menerus sehingga kualitas pembelajaran selalu meningkat sesuai kebutuhan peserta didik.

Melalui materi ini peserta menyadari bahwa kreativitas guru akan berkembang apabila budaya refleksi dan kolaborasi menjadi kebiasaan dalam komunitas belajar di sekolah.
Hari Ketiga
Kamis, 16 Juli 2026
Narasumber
Bapak Suharja, S.Pd., M.Si.
Kepala SMA Negeri 1 Kartasura
Pada hari terakhir, Kepala SMA Negeri 1 Kartasura memberikan arahan mengenai implementasi hasil workshop di lingkungan sekolah.
Beliau menekankan bahwa perubahan pembelajaran harus dimulai dari perubahan pola pikir guru. Guru diharapkan mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.
Beliau juga mengajak seluruh guru untuk membangun budaya kolaboratif melalui komunitas belajar sekolah, melakukan refleksi pembelajaran secara rutin, memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana, serta mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kreativitas peserta didik sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Kepala sekolah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial, maupun Inkuiri Kolaboratif sangat bergantung pada komitmen seluruh warga sekolah. Oleh karena itu diperlukan kerja sama, semangat belajar sepanjang hayat, dan budaya saling berbagi praktik baik agar SMA Negeri 1 Kartasura mampu menjadi sekolah yang unggul, inovatif, dan menjadi rujukan dalam pengembangan pembelajaran yang berkualitas.
Hasil Workshop
Setelah mengikuti workshop selama tiga hari, peserta memperoleh beberapa hasil penting, antara lain:
- Meningkatnya pemahaman guru mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.
- Guru memahami strategi pembelajaran yang mampu mengembangkan kreativitas peserta didik sesuai Profil Pelajar Pancasila.
- Guru mampu menerapkan Inkuiri Kolaboratif sebagai sarana refleksi dan peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
- Terbangunnya komitmen bersama untuk memperkuat komunitas belajar guru di SMA Negeri 1 Kartasura.
- Meningkatnya kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan abad ke-21.
Penutup
Workshop Peningkatan Kompetensi Guru untuk Pemahaman Profil Pelajar Pancasila: Kreativitas yang diselenggarakan pada tanggal 14–16 Juli 2026 memberikan wawasan baru kepada seluruh guru mengenai transformasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penguatan kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, serta pentingnya budaya kolaborasi dan refleksi. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh guru SMA Negeri 1 Kartasura mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam proses pembelajaran sehingga tercipta peserta didik yang kreatif, bernalar kritis, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.